Meyda Syafira, namanya happening setelah bermain di film Ketika Cinta Bertasbih. Kini ia tidak hanya dikenal sebagai Artis saja tapi juga sebagai tenaga pengajar di salah satu institut di Bandung. Lalu bagaimana ia membagi waktunya? Seperti apa kesehariannya?

Suatu hari, hujan deras mengguyur Jakarta. Siang itu, saya janjian bertemu dengan Meyda Syafira di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 13.00 WIB, Meyda tiba di ballroom Hotel Mulia.
Saat itu Meyda sedang menghadiri acara fashion show pakaian muslim. “Saya datang sebagai undangan aja,” ucap gadis kelahiran Bandung, 20 Mei 1988. Setelah selesai registrasi, Meyda menuju ke ruang prasmanan dan langsung menyantap makanan yang disediakan oleh panitia. Beberapa jenis kue pun dipilihnya. Sambil menyantap kue, ia terlihat asyik mengobrol dengan para tamu undangan. Sesekali Meyda meladeni para tamu undangan yang ingin berfoto bareng bersamanya.
Dosen. Sambil menunggu acara dimulai, saya diajak ngobrol oleh wanita yang telah membintangi 4 judul film ini. Bagi Meyda yang baru saja merampungkan syuting sinetron stripping Cinta Ilahi di tahun 2013, saat sedang fokus sebagai akademisi. “Saat ini saya sibuk menjadi Asisten Dosen di ITENAS Bandung, pembicara seminar, dan kemarin baru launching buku Autobiografi,” terang Meyda yang lulus cumlaude di jurusan Teknik Lingkungan di Institit Teknologi Nasional Bandung.
Bagi Meyda menekuni dunia akting bukanlah satu-satunya pilihan karir. Karena itu di tengah kesibukan di dunia hiburan, ia menerima tawaran menjadi pengajar. “Alhamdulillah sekarang saya sedang fokus menjadi Asisten Dosen. Sekarang kan lagi sibuk UAS, memeriksa tugas-tugas mahasiswa, mengoreksi. Besok juga saya ngawas ujian,” terangnya.
Terjunnya Meyda ke dunia showbiz bukanlah kebetulan. Orangtuanya memiliki peranan penting. “Pada awalnya bukan saya, tapi Ibu menyuruh saya untuk ikutan kasting,” katanya. Diceritakan Meyda, ia tidak pernah berpikir untuk menjadi pemain film ataupun pemain sinetron. Namun nasib berkata lain atas bujukan dari sang Ibu, Meyda pun akhirnya mengikuti casting untuk film Ketika Cinta Bertasbih. Tak dinyana Meyda lolos audisi untuk memerankan tokoh Husna yang merupakan pemeran utama wanita dalam film tersebut. Ia terpilih dari 7000 peserta yang diaudisi oleh rumah produksi Sinemart.
Meyda cukup surprise terpilih dalam film tersebut, karena ia menyadari tidak punya kemampuan akting. Namun atas bantuan sutradara beken yakni Chairul Umam sehingga Meyda bisa berakting dengan baik. Ternyata film Ketika Cinta Bertasbih merupakan langkah awal Meyda terjun ke dunai akting. Karena pasca-film tersebut, Meyda kembali bermain di film Ketika Cinta Bertasbih 2, Dalam Mihrab Cinta, dan Cinta Suci Zahrana. “Saya pun sadar, ternyata dunia itu tidak sempit seperti apa yang saya bayangkan,” ucapnya.
Dari dunia film, Meyda lalu menerima tawaran bermain di sinetron. Namun umumnya peran Meyda di film maupun sinetron selalu bernuansa religi. “Alhamdulillah mungkin ini jalan dari Allah buat saya,” imbuhnya.  
Tidak hanya dunia film dan sinetron, akhir tahun lalu Meyda meluncurkan buku autobiografi berjudul Hujan Safir. Di buku ini Meyda menceritakan tentang kisah hidupnya drai kecil hingga sekarang ini. Ia berharap melalui buku ini, orang yang membacanya mendapat inspirasi. Dalam buku tersebut terdapat compact disc  yang berisi 5 buah lagu yang dinyanyikannya. Lagu-lagu tersebut merupakan karya dari Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Ketika Cinta Bertasbih. Selain lagu juga ada beberapa puisi hasil karya Meyda. “Saya ikut nyanyi dan berduet dengan temen saya,” katanya. Hasil dari penjualan buku tersebut akan disumbangkan untuk membantu Negara-negara konflik seperti Suriah dan Palestina. Untuk mewujudkan niat mulia tersebut, Meyda pun menggandeng lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk bekerjasama.
Pukul 14.30 WIB acara Fashion Show pun dimulai. Satu persatu tamu undangan menuju ke ruangan fashion show. Meyda duduk paling depan, dan sangat menikmati pagelaran pakaian-pakaian muslimah tersebut. Sesekali Meyda mengabadikan model-model  baju tersebut dengan gadget-nya.
Hari pun berangsur sore, kegiatan fashion show yang berlangsung selama 1 jam pun telah selesai. Dari acara tersebut, Meyda menuju Mall FX Senayan dengan menggunakan taxi. Sore itu Meyda akan melakukan pertemuan dengan pihak Wardah Cosmetik. “Karena Wardah termasuk sponsor dari buku saya,” katanya.
Setibanya di Mall FX Senayan, Meyda langsung menuju ke kantor Wardah Cosmetik. Sambil menunggu Meyda membeli produk body scarf. “Saya sekalian beli kosmetik soalnya kalau ga sekarang kadang ga sempat,” ucapnya. Selanjutnya Meyda bertemu dengan salah satu petinggi Wardah Cosmetic untuk membicarakan tentang keterlibatan Wardah sebagai sponsor dari bukunya.
Pasca-pertemuan dengan Wardah Cosmetic, Meyda melanjutkan obrolan. Saat ini Meyda lebih banyak memiliki kegiatan di Bandung sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Bandung dan tinggal bersama orangtuanya “Jika tidak ada kegiatan ngajar, saya senang di rumah. Membaca buku, berkebun, dan memasak. Itu saya biasa lakukan bersama dengan anggota keluarga terutama dengan Ibu,” ucapnya.
Diceritakan Meyda saat masih sibuk syuting sinetron stripping, ia ngekos di Depok. “Kalau dulu waktu masih sibuk syuting saya ngekos di daerah Depok. Sekarang kalau ada acara saja pergi ke Jakarta. Karena aktivitas saya kebanyakan di Bandung, jadi sekarang tinggal juga di Bandung bareng orangtua,” imbuhnya.
Kira-kira pukul 17.30, Meyda mengakhiri obrolan karena akan kembali ke Bandung. “Saya langsung berangkat ke Bandung. Soalnya besok hari Kamis dan Jumat saya harus ngawas,” ucap Meyda yang kembali ke Bandung menggunakan travel Xtrans.
Hari berikutnya, saya kembali bertemu dengan Meyda di Gedung Menara 165 ESQ, Jl. Tb Simatupang Jakarta Selatan. Pagi itu, Meyda menghadiri acara akad nikah sahabatnya yakni pesinetron Oki Setiana Dewi dengan Ory Vitrio.
Pukul 08.00 WIB, Meyda ditemani kedua orangtua, kakak dan adiknya tiba di acara tersebut. Mereka datang menggunakan mobil pribadi milik orangtua Meyda. Pagi itu Meyda tampil anggun dengan gamis warna biru muda yang dipadu dengan kerudung paduan warna biru tua dan biru muda. Bersama keluarganya, Meyda langsung menghampiri kedua pengantin untuk bersalaman. Setelah itu ia bersalaman dengan beberapa tamu yang menyapanya. Selanjutnya Meyda menghampiri saya. “Kami dari Bandung sejak tadi malam. Sempat bersilaturahmi dengan keluarga di Bekasi kemudian memutuskan untuk menginap di rumah kakak saya di daerah Serpong karena pagi-pagi ada acara di sini,” katanya.
Sekitar pukul 09.15 WIB acara akad pun dimulai. Terlihat Meyda sedang serius memperhatikan proses jalannya akad nikah antara Oki Setiana Dewi dengan Ory Vitrio. Meyda pun turut mendoakan kebahagiaan pengantin baru tersebut. “Alhamdulillah saya turut berbahagia baik kak Rio maupun Kak Oki adalah sahabat-sahabat saya. Semoga pernikahannya menjadi berkah. Menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Keluarga yang dilandasi cinta karena Allah,” ucapnya mendoakan.
Walaupun memiliki kegiatan di dunia entertainment maupun di dunia kampus, Meyda belajar untuk melakukan sendiri. “Saya ingin belajar mandiri. Sepanjang saya bisa mandiri, saya tidak mau tergantung dengan orang lain,” ucap Meyda yang memutuskan tidak mau memiliki manager maupun asisten pribadi.
Tidak hanya itu, dalam hal berdandan Meyda berusaha untuk melakukannya sendiri. Meyda mengaku belajar dari para penata gaya atau pun  make up artist saat berada di lokasi syuting. “Saya make up sendiri. Kalau make up kadang cocok-cocokan. Tidak semua orang bisa menangani wajahku, saya yang lebih mengerti. Untuk make up yang simpel saya yang menangani. Selain hemat biaya, kita juga bisa mengatur waktu dengan baik, katanya.
Angkutan Umum. Dikenal sebagai pemain sinetron maupun pemain film tidak membuat Meyda menjadi pribadi yang angkuh. Bahkan untuk mendukung aktivitasnya, ia lebih memilih menggunakan moda tranportasi umum. “Sebenarnya enakan naik travel sih kalau dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya. Kalau naik travel kan rame-rame, banyak penumpang yang lain jadi Insya Allah lebih aman. Di Bandung saya naik angkot juga biasa aja. Kan bagus mengurangi kemacetan,” jawabnya yakin.
Saat masih asyik bercerita, obrolan beberapa kali terhenti karena Meyda melayani fans yang meminta foto bareng. Sekitar  pukul 11.00 Meyda pun berpamitan dengan kedua mempelai. Ia kembali ke kosnya di Margonda Depok. “Saya harus membereskan barang-barang untuk dibawa ke Bandung. Karena sudah tidak memperpanjang kos lagi,” terangnya.
Setelah membereskan barang-barangnya dan istirahat sejenak, sekitar pukul 18.30 Meyda menuju Gedung Menara 165 ESQ untuk menghadiri acara resepsi Oki Setiana Dewi dengan Ory Vitrio. “Saya cuma sebentar menghadiri resepsi ini. Karena habis ini saya langsung pulang ke Bandung,” tutup Meyda.